Keren, Ronald Kepala Polisi Filipina Ajak Pecandu Habisi Pengedar Narkoba

Images: Inquirer.
PassionMagz.com – Semakin maraknya pengedaran narkoba di Filipina tentunya membuat masyarakat dan pihak Kepolisian resah dan alhasil Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuat kebijakan tembak mati gerbong narkoba.
Bahkan baru baru ini juga Kepala Polisi Filipina, Jenderal Ronald dela Rosa, secara tersirat mengakui pihaknya bertanggung jawab atas pembunuhan massal pengedar narkoba selama nyaris tiga bulan terakhir. Tidak hanya itu, dia mengajak para pencandu bertobat dengan cara membunuh jaringan pengedar. Imbauan kontroversial itu disampaikan Ronald saat menggelar jumpa pers disiarkan televisi hari ini, Jumat (26/8).
"Sebaiknya Anda (para pencandu) datangi rumah-rumah mereka, tuangkan bensin dan bakarlah semuanya untuk melampiaskan kemarahan Anda," ujarnya seperti dilansir Inquirer.
"Bandar dan pengedar merampok uang anda, menghancurkan otak kalian. Bukankah kalian ingin membunuh mereka? Silakan. Membunuh mereka untuk kasus seperti ini diiizinkan sebab Anda semua adalah korban", seperti PassionMagz lansir dari laman Merdeka.
Pidato Ronald adalah bagian perayaan ulang tahun ke-115 Korps Kepolisian Filipina yang digelar di Visayas. Selain mengajak pecandu membunuh pengedar, dia mengingatkan anak buahnya agar bersikap lebih keras pada kejahatan narkotika.
Ronald secara spesifik meminta personel kepolisian tak ragu menembak lebih dulu tersangka narkoba. "Jangan sampai terbunuh, kalian semua harus tetap hidup. Maka kesimpulannya kalian harus siap membunuh," ujarnya di hadapan ratusan anggota kepolisian.

Nyaris 1.800 orang tewas selama nyaris tiga bulan terakhir di Filipina. Mereka menjadi korban perang melawan narkoba yang dicanangkan Presiden Rodrigo Duterte.
Kendati demikian, pembunuhan bandar dan pecandu narkoba di banyak kota ternyata bukan tindakan polisi. Sebagian meyakini para pembunuh misterius itu adalah milisi sipil yang disokong pemerintah.
Ronald De La Rosa menyatakan operasi resmi pihaknya "cuma" menewaskan 712 orang, semuanya terbukti pengedar narkoba. Sedangkan untuk 1.067 orang lainnya yang ditembak mati di jalanan, polisi mengaku belum tahu siapa pelakunya.
Maraknya pembunuhan ekstrajudisial di Filipina ini memicu kecaman internasional, termasuk oleh Sekretaris Jendera Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon.
Ban menyebut maraknya pembunuhan pengedar narkoba kelas teri di Filipina sebagai pelanggaran HAM berat. Duterte tersinggung atas kritikan luar negeri terhadap kebijakan dalam negerinya memerangi narkoba.
Tidak semua orang di Filipina mendukung agenda sang presiden. Senator Leila de Lima menyatakan kebijakan Duterte membunuh banyak orang atas nama perang melawan narkoba sudah kelewatan.
Demi melancarkan agenda perang melawan narkoba, Duterte ternyata memotong 25 persen anggaran kesehatan, perburuhan, serta politik luar negeri. Alokasi dana itu dialihkan untuk kepolisian dan militer.
"Kita selangkah lagi akan memiliki tiran di negara ini," ujarnya kepada TIME.
Lalu, bagaimanakah menurut Sahabat Passion dan akankah Indonesia bisa bersikap tergas kepada para gembong narkoba?.
Headline
Kepantai Pakai Hijab, Wanita Prancis Ini Malah Didenda dan Dibuly
Images: BBC Indonesia. PassionMagz.com – Baru baru ini ada sebuah kabar mengejutkan tentang seoGila, Suami Ini Pilih Nikahi Mertua dan Tinggalkan Istri
Images: HindustanTimes. PassionMagz.com – Kisah cinta yang satu ini pasti membuat Anda geleng gelengBejat, Diimingi Uang 20.000 Kakek 67 Tahun Cabuli Bocah Di Masjid
Images By WartaKota. PassionMagz.com – Aksi bejat yang satu dilakukan oleh seorang kakek tua yang berusia



