Kepantai Pakai Hijab, Wanita Prancis Ini Malah Didenda dan Dibuly

Images: BBC Indonesia.
PassionMagz.com – Baru baru ini ada sebuah kabar mengejutkan tentang seorang perempuan Muslim Prancis bernama Siam. Ia mengaku didenda dan mengalami perlakuan rasis karena mengenakan hijab burkini di pantai Cannes mengundang perdebatan di media sosial, termasuk di Indonesia.
Siam, wanita itu, menyatakan sedang berjalan-jalan di pantai saat berlibur dengan dua anaknya. Dia diberitahu oleh tiga polisi bahwa pakaiannya 'tidak sesuai' sementara sekelompok orang berteriak "Pulang ke rumahmu".
"Saya tidak bermaksud untuk berenang, hanya berjalan-jalan dan membasahi kaki saja," kata Siam pada situs web berita L'Obs, seperti dilansir PassionMagz dari laman BBCIndonesia.
Polisi yang mendekatinya memberitahu Siam bahwa dia bisa tetap berada di pantai jika mengubah jilbabnya menjadi ikat kepala.
"Kata-kata rasis yang dilontarkan sangat membabi buta. Saya tak mampu berbicara apa-apa" kata Siam terhadap orang-orang di sekitarnya yang ikut mengomentari insiden tersebut.
Hanya dalam 24 jam saja, tagar #burkini sudah dicuitkan 77 ribu kali oleh pengguna Twitter dunia.
Para polisi yang mendatangi Siam menerapkan aturan wali kota Cannes, bahwa "setiap orang yang mengenakan pakaian tidak layak yang tidak menghormati moral baik dan sekularisme dilarang berenang dan memasuki kawasan pantai".
Menurut Zanetti, niat awal di balik pembuatan burkini adalah agar semua muslimah bisa berpartisipasi dalam gaya hidup pantai Australia, negara di mana dia sudah tinggal "sepanjang hidupnya".
"Saya tahu apa artinya jilbab. Saya tahu apa artinya cadar. Saya tahu apa artinya Islam. Dan saya tahu siapa saya. Saya ingin anak-anak perempuan saya tumbuh dengan memiliki kebebasan memilih," kata Zanetti.
"Saya tidak peduli jika mereka ingin punya bikini. Ini pilihan mereka. Tidak ada orang di dunia ini yang bisa menyuruh kami, apa yang harus dipakai atau apa yang tidak boleh dikenakan."
Menurut Komisioner Komnas Perempuan, Adriana Venny, perlakuan diskriminasi cenderung lebih banyak dialami oleh perempuan, "terutama pada bagaimana dia mengenakan baju".
"Seperti sudah dipolitisasi. Kalau di Aceh, yang terjadi adalah perempuan harus menggunakan baju yang tertutup, karena dianggap bahwa ini adalah akidah agama, sementara di belahan dunia lain, cara perempuan memakai baju itu juga yang menjadi persoalan, sebaliknya.
Sebagian besar yang dipersoalkan adalah bagaimana perempuan memakai baju, itu yang dianggap lebih penting daripada penegakan hak asasi manusia atau kesejahteraan sosial," kata Adriana.
Yang terjadi, menurut Adriana, baik di Prancis dengan larangan burkini di pantai maupun Aceh dengan larangan pakaian yang terlalu ketat, adalah "masalah mayoritas, minoritas".
Lalu, bagaimanakah menurut tanggapan Sahabat Passion?.
Headline
Kepantai Pakai Hijab, Wanita Prancis Ini Malah Didenda dan Dibuly
Images: BBC Indonesia. PassionMagz.com – Baru baru ini ada sebuah kabar mengejutkan tentang seoGila, Suami Ini Pilih Nikahi Mertua dan Tinggalkan Istri
Images: HindustanTimes. PassionMagz.com – Kisah cinta yang satu ini pasti membuat Anda geleng gelengBejat, Diimingi Uang 20.000 Kakek 67 Tahun Cabuli Bocah Di Masjid
Images By WartaKota. PassionMagz.com – Aksi bejat yang satu dilakukan oleh seorang kakek tua yang berusia



