CONNECT WITH PASSIONMAGZ

  • PassionMagz.Com on Pinterest
    FOLLOW US
  • PassionMagz.Com on tumblr
    FOLLOW US
  • PassionMagz.Com on G+
Inspiration

Kisah Inspiratif, Tahajud Terakhir Si Gadis Pecandu Narkoba


Ilustrasi By Google.
PassionMagz.com. – Kisah Inspiratif kali ini merupakan kisah nyata yang berasal dari cerita Fatin, ia sekadar ingin bercerita tentang sahabatnya yang telah meninggal dunia karena narkoba.

Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kesedihan yang dilalui oleh Fatin saat ini. Semoga menjadi pelajaran kepada yang lain agar jangan pernah mengabaikan teman yang bermasalah. Sesungguhnya, mereka butuhkan bantuan dan dukungan dari kita.

" Salam semua, aku tak bermaksud apa-apa. Hanya sekadar berbagi cerita tentang sahabatku yang meninggal dunia.", seperti PassionMagz lansir dari laman Dream.

Nama dia Amirah. Aku dengan dia memang jauh beda gaya hidupnya, bagai langit dengan bumi. Narkoba, rokok, clubbing, pukul orang, memalak, itu sudah seperti bagian hidupnya Amirah. Sementara aku dibesarkan dalam keluarga yang kuat agamanya.

Kami kenal semenjak sekolah menengah pertama. Sampai menengah atas, kami masih satu sekolah. Dia memang sahabatku. Tak tahulah kenapa. Tapi aku merasa dia jujur, tak suka bicara kasar dan biasa saja.

'Kenapa Baru Sekarang Kau Tegur?'

Dia tak pernah berlagak sok jagoan meskipun aku pernah lihat sendiri dia hajar anak lain sampai lembek. Waktu berumur 21 tahun, aku dapat tawaran kerja yang yang bagus dan aku tinggal mengontrak bersama Amirah. Setiap hari Amirah minum alkohol, merokok. Sholat juga tak pernah, setiap malam dia pergi clubbing.

Aku mulai rasa tak enak, tapi aku tak pernah menegurnya. Mungkin karena dulu kami masih belum mengerti apa-apa. Namun setelah dewasa, dia tetap sama seperti itu. Hal itu membuatku merasa sangat sedih.

Agak lama aku jadi teman satu kontrakan Amirah, sampai aku berumur 25 tahun. Beberapa bulan sebelum Amirah meninggal, dia berbicara dengan aku.

" Wei, jangan jadi macam aku. Kau, sembahyang jangan tinggal. Narkoba, alkohol, rokok semua ini haram. Kau jangan ungkap aurat. Kau jangan buat semua ini," kata Amirah waktu itu.

Dia berbicara sambil tangannya menggulung uang kertas untuk digunakan menghisap narkoba melalui hidung.
Air Mataku Berlinang Tak Henti

Waktu itu, pertama kali air mataku mengalir tak berhenti untuk Amirah. Aku tidak sampai tersedu-sedu, tapi air mata tak berhenti mengalir. Aku tahu Amirah dah kualitasnya. Waktu itu aku pegang tangan dia.

" Sudahlah, pekerjaanmu hebat, berpendidikan. Kau berhenti sudah dengan benda ini. Tolong stop semua ini sekali dan selamanya," kataku kepada Amirah.

Mendengar kata-kataku itu, Amirah hanya 'nyengir' dan memegang pipiku.

" 4 tahun sudah kita duduk serumah, 15 tahun sudah kita kenal. Kenapa baru sekarang kau tegur? Kau ingin masuk surga seorang diri saja?," kata Amirah sambil tertawa.

Setelah itu dia tidur, lama. Keesokkan harinya Amirah tak pergi kerja dan aku tengok dia masih tertidur di atas meja dapur.
Sepanjang hari itu aku kerja tidak tenang. Aku cukup tersentuh dengan kata-kata Amirah 'kenapa baru sekarang kau tegur'.

Amirah benar, aku tak pernah ajak dia shalat, tak pernah halangi dia ambil barang haram itu atau siapkan heels untuk pergi clubbing. Aku malah terapkan sikap tak mau mencampuri urusan teman dan tanpa sadar aku telah menjadi sahabat yang tidak baik. Aku hanya ingin masuk surga seorang diri.

Tak Putus Asa Ajak Sholat
Beberapa hari kemudian, aku memberanikan diri untuk mengajak Amirah sholat, menjauhi rokok dan minum bir serta menghisap narkoba. Awalnya dia hanya tersenyum saja dan masuk kamar kemudian memutar lagu kesukaannya.

Namun aku tidak berputus asa. Hampir setiap hari aku ajak dia, tapi, seperti biasa, dia mengelak saja. Tiga hari sebelum meninggal, Amirah bersedia aku ajak sholat Isya dan malamnya sholat Tahajjud.

Malam itu, kami benar-benar sholat Tahajjud. Namun karena dia tak tahu sholat, dia ikut saja gerakanku. Saat sujud akhir, lama sekali Amirah sujud. Aku tak tahan mengantuk, jadi aku tidur dulu sebab aku sudah tunggu hingga hampir satu jam, Amirah belum juga bangun dari sujudnya.

Keesokan harinya, Amirah sudah keluar kamarnya. Dia tampak gembira hari itu. Segalanya terlihat normal. Sayang, Amirah tak sholat. Dia masih merokok dan minum bir petang itu. Aku sangat marah melihat itu. Aku ambil botol bir dari tangannya dan aku banting keras ke kulkas

'Sahabatku Itu Telah Tiada'
Petang itu aku marahi Amirah habis-habisan. Tetapi satu kalimat yang aku ingat dari Amirah petang itu setelah dia meninggal, " Lambat sekali kalau kau perhatian sampai seperti ini, babe. Aku tak kuat kalau hanya seorang diri."

Paginya, Amirah tak keluar kamar sementara aku pergi kerja seperti biasa. Tepat jam 7 petang, aku pulang kerja dan melihat Amirah tertidur di sofa. Tapi saat aku perhatikan, wajahnya sangat pucat dan mulutnya keluar busa. Sementara di atas meja penuh dengan 'barang-barangnya'. Aku bingung, menangis, dan menjerit minta tolong. Aku tahu bahwa sahabatku itu telah tiada.

Aku benar-benar sedih, menyesal, merasa kehilangan dan marah kepada diriku sendiri.Kenapa aku begitu egois ingin masuk surga sendiri? Kenapa baru beberapa hari yang lalu aku menegurnya?

Sepanjang perjalanan pulang kampung, aku berulang kali teringat kata-kata Amirah, 'Lambat sekali kalau kau perhatian sampai seperti ini, babe. Aku tak kuat kalau hanya seorang diri'.

Ini satu pelajaran, kalau sayang kawan jangan jadi seperti aku dan jangan anggap remeh masalah kawan. Juga jangan lari menjauh dari kawan yang kehidupannya parah. Mereka butuhkan kita, mereka benar-benar ingin kita ada.

Nah, itulah tadi kisah inspiratif dari sang sahabat Fatin kepada Amirah dan semoga saja yah dengan adanya kisah inpiratif ini dapat menginspirasi kita semua.

 

Tweet
PassionMagz.Com on G+
Kategori Berita

Inspiration

October 20, 2016, 12:00
Ilustrasi By Google. PassionMagz.com. – Kisah Inspiratif kali ini merupakan kisah nyata yang berasal dari cerita Fatin, ia sekadar ingin bercerita tentang sahabatnya yang ...
  • PT.Lintas Citra Abadi
    Anda Ingin Pasang Internet maupun kamera CCTV Dengan Harga Yang terjangkau dan gak lemot?. Yuk hubungi kami Di: Klik Di Sini Untuk Menuju Website Kami Tlpn: 021 8795 0809 Hp: 0857 1595 3053 Alamat: Jl. Raya babakan madang No.99 Gate 2, Gd F. Lt2, sentul Selatan 16810.
  • Rukun Senior Living
    Di Rukun kami percaya bahwa kesenangan itu dimulai pada tahun - tahun emas. Sehingga kami telah mengembangkan sebuah klub dan resort dimana para senior yang ingin menikmati kesenangan, aktif, dan gaya hidup yang bebas dapat berkumpul dan menikmati hidup bersama - sama setiap hari. Jika Anda berminat Bisa hubungi kami di kontak dibawah ini: Phone: 021 - 8795 - 1525 Email: info@rukunseniorliving.com Addresh: Darmawan Park Gate 1, Jl. Raya Babakan Madang No. 99 Sentul, 16810. Web:www.rukunseniorliving.com
  • Oase Wisata
    Bagi Sahabat Passion yang membutuhkan paket liburan bersama keluarga maupun teman" dengan paket hemat yang hemat dan terjangkau bisa hubungu kami disini: phone: +62 878 7007 5558 | +62 812 8837 3228 Mail: leni@oasewisata.com