Mengenal Osteoporosis sejak dini

PassionMaz.com Tulang merupakan suatu jaringan dinamis yang tersusun dari 3 sel yaitu osteoblas, osteosit dan osteoklas. Osteoblas merupakan sel tulang yang mampu membangun tulang atau matriks tulang. Osteonlas secara aktif mengluarkan sejumlah besar zat yang memegang peranan penting dalam mengendapkan kalsium dan fosfat kedalam matriks tulang. Osteosit adalah sel-sel tulang dewasa dan osteoklas adalah sel-sel tulang yang meresorpsi(menyerap/mengikis) mineral dan matriks tulang.
Pada keadaan normal tulag mengalami pembentukan dan resorpsi pada suatu tingkat yang konstan. Pada masa pertumbuhan anak-anak terjadi lebih banyak proses pembentukan tulang dari pada proses resorpsi. Proses pergantian yang berangsung terus-menerus ini penting untuk fungsi normal tulang dan membuat tulang dapat berespon terhadap tekanan yang meningkat dan untuk mencegah menjadi patah tulang.
Pada usia 30-40 tahun, kecepatan pembentukan tulang berkurang secara progresif. Proses pembentukan tulang oleh osteoblas berkurang dibandingkan dengen proses resorpsi tulang oleh oksteoklas. Hal ni menyebabkan sel-sel tulang menjadi lebih sedikit sehingga mentbabkan kepadatan tulang menjadi berkurang atau keropos. Penurunan kepadatan tulang yang parah dapat meningkatkan resiko terjadinya patah tulang. Penyakit tulang tulang yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang ini dikenal dengan osteoporosis. Osteoporosis dapat terjadi pada semua tulang. Bagian tubuh yang paling sering mengalami osteoporosis adalah tulang belakang, pangkal paha, panggul dan pergelangan tangan.
Pada wanita, penurunan kepadatan tulang paling bermakna terjadi selama dan setelah menopause. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan hormone estrogen. Faktor resiko lain yang memperberat terjadinya osteoporosis pada wanita yaitu tubuh kurus dan merokok karena tulang mereka kurang padat sebelum menopause dibandingkan dengen wanita gemuk dan tidak merokok.
Pria lansia kurang rentan terhadap osteoporosis karena mereka biasanya memiliki tulang yang lebih padat dibandingkan wanita (sekitar 30%). Namun pria lansia memiliki tulang yang kurang padat dibandingkan dengen pria muda.
Penyebab lain osteoporosis baik pria maupun wanita adalah aktifitas fisik dan penggunaan oba-obat terentu seperti kortikosteroid.
Perkiraan menunjukkan bahwa tahun 2005, lebih dari 2 juta orang Amerika mengalami patah tulang akibar osteoporosis, yang menghabiskan biaya sekitar 16,9 miliar dolar. Meskipun saat ini paling sering dijumpai pada wanita kaukasia. Diprediksikan bahwa 20 tahun mendatang, jumlah pria yang mengalami osteoporosis akan meningkat secara bermakna karena perubahan demografi.
Penelitian menunjukan bahwa suplementasi kalsium sangat diperlukan untuk kesehatan tulang bukan hanya pada wanita menopause tapi juga untuk anak-anak dan orang dewasa. Selain itu, vitamin D juga diperlukan untuk kebutuhan tulang yang sehat.
Suatu perkumpulan menopause di Amerika merekomendasikan asupan kalsium 1200 mg/hari dan vitamin d lebih dari 30mg/ml. Makanan dalah asupan utama yang direkomendasikan dan suplemen juga diekomendsikan sebagai asupa alternative. Di Indonesia sendiri asupan kalsium direkomendasikan 800 mg.hari dan vitamin D 5-15 ug/hari.
Pencegahan Osteoporosis
- pencegahan osteoporosis dimulai dari masa anak-anak dan remaja dengan kebiasaan olahraga dan nutrisi yang baik sepanjang hidup untuk memperkuat tulang.
- Olahraga menahan beban bahkan pada usia yang sangat tua > 85 tahun, terbukti meningkatkan ensitas tulang, massa otot memperbaiki daya tahan fisik dan keseimbangan.
- Suplementasi vitamin D dan kalsium melalui makanan dapat mencegah dan mengurangi perkembangan osteoporosis pada lansia. Saat ini ada beberapa bentuk kalsium yang digunakan sebagai suplementasi , salah satunya adalah kalsium sitrat dimana bentuk kalsium ini dapat diminum sebelum makan dan dapat digunakan pada orang-orang dengan gangguan pencernaan akibat pengeluaran asam lambung atau orang-orang yang menerima obat-obatan penghambat pengeluaran asam lambung.
- Merokok harus dihindari
- Obat-obatan yang dikenal sebagai bifosfonas (misalnya Alendronat, Risedronat, Ibandronat) terbukati mengurangi resorbsi tulang dan mencegah pengeroposan tulang. Kombinasi obat-obatan ini dengan kalsium dan vitamin D digunakan untuk terapi osteoporosis.
- Terapi pergantian estrogen-progesteron atau modulator reseptor estrogen selektif dapat mengurangi perkembangan osteoporosis pada wanita
- Kalsitonin juga dapat diberikan pada orang yang mengalami osteoporosis berat.
- Terapi testosterone dapat mengurangi osteoporosis pada pria.
Referensi :
Corwin, Elisabeth J. Buku saku Patofisiologi edisi 3. Jakarta : Penerbit EGC, 2008
Straub, Deborah A. Calcium Supplementation in Clinical Practice: A Review of From, Doses and Indication. Nutrition in Clinical Practice 2007:22:286-296
Price Sylvia A. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit edisi 6. Jakarta : Penerbit EGC ,1996
Editor : (irv)
Health Guide
Kacau, Pisang Goreng Bisa Jadi Haram Karena Ini
Images By Google. PassionMagz.com. – Kehadiran pisang goreng di pagi hari dengan berteman secangkir kopiCatat Dengan Baik, Inilah Tanda Munculnya Kanker Payudara
Ilustrasi By Google. PassionMagz.com. – Himpir semua wanita merasa takut akan terkena kanker payudara, teMau Punya Perut Six Pack, Yuk Hindari Makanan Ini
Images By Google. PassionMagz.com. – Tentu saja hampir sebagian besar pria pasti ingim memiliki tubuh six pack



