Kepala BNN Ingin Jokowi Seperti Duterte Tembak Mati Bandar Narkoba, Setujukah Anda
Bahkan dampak yang dilakukan bandar narkoba telah membunuh generasi penerus bangsa. Sehingga satu nyawa bandar narkoba sangat tidak berarti dan seharusnya setiap bandar dihabisi."
Pernyataan keras ini muncul dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso. Dia pun mendorong agar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika segera direvisi karena masih banyak kekurangan.
Dia mencontohkan masih ada celah bisa dilakukan oleh bandar yang sudah tertangkap untuk meringankan masa hukumannya. Bahkan, alur hukum yang panjang mulai dari persidangan hingga vonis, kasasi dan peninjauan kembali (PK) selalu dimanfaatkan oleh para bandar untuk mencari keringanan hukuman.
Dia berharap suatu saat kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte bisa diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Menurutnya, cara Duterte menembak mati para bandar cara jitu untuk memberantas narkoba.
"Jika kebijakan seperti itu diterapkan maka kami yakin, bandar dan pengguna narkoba di negeri tercinta ini akan menurun drastis," katanya saat di Sukabumi, Minggu (4/9), seperti PassionMagz lansir dari laman Merdeka.
Menurutnya, tindakan tegas seperti itu harus dilakukan, jika tidak pemberantasan narkoba akan sulit dilakukan. Walaupun Presiden Joko Widodo secara tegas tidak pernah memberikan maaf (grasi) kepada para bandar narkoba yang terpidana hukuman mati, ia menilai kurang cukup, karena masih banyak celah hukum yang bisa dimanfaatkan oleh bandar.
Selain itu, langkah Duterte yang menjadikan para bandar narkoba seperti hidup dalam neraka adalah hal yang tepat, karena akibat ulah bandar tersebut bisa merusak generasi penerus bangsa.
"Jika kebijakan tersebut diterapkan, saya yang paling depan untuk memberantas para bandar narkoba yang sudah merusak generasi bangsa," tegasnya.
Mantan Kabareskrim itu juga ingin membuat kolam atau kandang buaya untuk menempatkan para bandar narkoba. Menurutnya, selama ini bandar yang tertangkap masih bisa tidur nyenyak dan tenang, sehingga tidak membuat jera.
"Tempat yang layak untuk bandar narkoba adalah kolam buaya," kata pria yang akrab disapa Buwas.
Langkah tegas kepada bandar narkoba harus dilakukan, apalagi Presiden Joko Widodo sudah menyatakan bangsa ini darurat narkoba dan mengajak kepada seluruh pihak untuk perang melawan terhadap berbagai bentuk peredaran narkoba.
"Sehingga jika kami menangkap bandar narkoba tinggal lempar saja ke kolam buaya," celotehnya yang langsung disambut tepuk tangan ratusan warga yang datang dari berbagai elemen masyarakat.
Lalu, apakah Sahabat setuju jika diterapkan peraturan “Tembak mati pengedar narkoba”?.