Heboh, Ahmad Dhani Nekat Catut Nama Jokowi dan Krishna Murti Demi Demo Tolak Ahok
Aksi bertema 'Panggung Aksi Tangkap Ahok' ini bertujuan untuk mendesak pimpinan KPK agar menetapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka kasus korupsidi RS Sumber Waras.
Bos Republik Cinta Manajemen itu yakin betul jika Ahok terlibat korupsi.
"Penyidik menyatakan Ahok tersangka. Sumber yang terpercaya. Komisioner yang belum menyatakan tersangka," ujar Dhani di depan gedung KPK, seperti PassionMagz lansir dari laman Merdeka.
Sayangnya, aksi tersebut batal lantaran sejumlah peralatan demonstrasi serta mobil yang digunakan disita Polda Metro Jaya.
"Tadi pagi sekitar pukul 03.00 Wib, saat melintas di depan Kedutaan Besar Belanda itu langsung kita amankan dan bawa ke sini (Polda Metro Jaya). Ada satu Tronton, ada satu mobil box KFC, peralatan-peralatan sound sistem. Dan juga ada satu genset yang nyusul pada pukul 06.00 Wib dan kita tarik juga ke Polda Metro Jaya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Polda Metro Jaya.
"Peralatan yang digunakan tronton yang diisi sound sistem. Ada mobil box KFC yang sudah disiapkan dan genset," ujarnya.
Selain itu, lanjut Awi, 8 orang juga diamankan untuk menjalani pemeriksaan.
"Ya tronton bagaimana kalau di taruh di Jalan Rasuna said, itu sudah melanggar Undang-Undang kalau menyebabkan macet. Makannya kita cegah," sambungnya.
Mengetahui peralatannya disita dan aksinya dilarang, Dhani pun meradang. Saking kesalnya, ia nekat mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kombes Krishna Murti.
"Saya kemarin dapat telepon dari Dirkrimum Polda Metro (Kombes Krishna Murti), tidak boleh demo depan gedung KPK, ini perintah dari Bapak Presiden. Siapa yang mau bikin panggung di gedung baru. Siapa yang mau nonton," kata Dhani.
Lalu, bagaimankah menurut tanggapan Sahabat Passion?.