Nungki Kusumastuti, Kontemplasi Lewat Seni Tari
Posted by By admin , at 10 : 18 AM Print
Kesenian adalah wadah bagi manusia untuk mengekspresikan sesuatu secara estetik. Dan jika dijalani dengan penuh penghayatan, kesenian dapat menjadi sarana kontemplasi. Itulah yang tengah dilakoni Nungki Kusumastuti sebagai ibu rumah tangga, pemin film, dosen sekaligus organisator aktif.
Berkat keseriusan menangkap peluang, cita-cita nungki sejak kecil untuk menari keliling dunia berhasil diwujudkan. Selama kurang lebih enam tahun ia mempertunjukkan kebolehan menari di banyak negara baik di Asia, Amerika, Eropa, hingga Afrika. Berbagai penghargaan atas dedikasi di bidang seni pertunjukan telah diraih wanita berpenampilan feminim ini.
Selain sebagai penari, orang sudah sejak lama mengenal Nungki di dunia seni peran sebagai bintang film dan pemain sinetron. Tak kurang dari 15 film layar lebar pernah dibintanginya. Acting ibu yang satu ini salah satunya bisa disimak dalam film Berbagi Suami.
Dalam seni peran pun kiprah Nungki mendapat banyak pengakuan, bahkan di tingkat Internasional di antaranya berupa penghargaan sebagai pemain muda terbaik festival film Asia Pasifik tahun 1982, filmnya berjudul Bercanda Dalam Duka.
Menurutnya, Zaman terus beubah membawa tantangan hidup yang kian keras. Namun esensi tiap zaman tetap sama, yakni bagaimana manusia dapat hidup dalam keseimbangan. Apa yang dirasakan Nungki sebagai olah tubuh dan olah jiwa lewat menari adalah kata lain dari upaya manusia untuk menyeimbangkan hidupnya. Menari, yang disebut Nungki sebagai kontemplasi, merupakan sarana untuk menjaga hidupnya tetap seimbang, antara jiwa dan raga, antara rasa dan pikiran.
Prinsip keseimbangan ini juga berlaku dalam pelestarian tradisi. Bagi Nungki, tradisi yang dinamis harus mampu melakukan inovasi-inovasi baru agar tetap aktual dengan zaman. Tanpa itu, tradisi tidak bisa menyeimbangkan dirinya dengan perubahan zaman dan tidak lagi berfungsi. Persis seperti siklus alam.
Incoming search terms:
- nungki kusumastuti feminim
Related Posts
-
31 March at 10 : 38 AM 0
John Denver, Sang Pencerita keindahan
-
26 March at 22 : 51 PM 0
Sitha Fardy, Utamakan keharmonisan keluarga
-
20 March at 10 : 52 AM 0
Sukses Dengan Limbah Tapioka







