Membangun Hubungan Berkualitas

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Posted by By , at 14 : 54 PM Print

Pernahkah Anda merasa bahwa rumput tetangga seringkali terlihat lebih hijau daripada rumput dihalaman Anda? Pikiran ini terkadang muncul ketika kita sedang berada dalam titik kejenuhan dengan pasangan.

Dalam membina hubungan rumahtangga memang tidak cukup hanya berdasarkan kesabaran dan pengertian. Seperti layaknya rumah, keluarga juga memiliki fondasi, pilar, dan atap yang harus terus dijaga untuk menjamin keutuhannya.

Pertama, yang menjadi dasar atau fondasi dalam kehidupan berumah tangga adalah cinta. Cinta tak berbalas, yaitu cinta yang tak hanya menuntut fisik dan perhatian. Jadi, jangan menuntut pasangan untuk selalu mesra layaknya saat saling mengenal dulu.

Terus-terusan menuntut perhatian dari suami atau pasangan bisa jadi bumerang dalam berumah tangga. Namun bukan lantas Anda juga bersikap abai terhadap pasangan, kemesraan dan romantisme tetap dibutuhkan sebagai pengikat cinta.

Kedua, pilar dalam berumah tangga adalah komunikasi. Komunikasi disini adalah komunikasi efektif, hangat dan terbuka. Terutama ketika kita sedang menggalami konflik, saat masa pacaran dulu mungkin kita bisa menghadapinya dengan putus hubungan dan berdiam diri. Namun ketika kita sudah menikah yang harus kita lakukan adalah berkomunikasi secara terbuka dan tentunya dengan tetap menaati rambu-rambunya.

Selanjutnya adalah atap. Apa itu atapnya? Manajemen keuangan. Dimana manajemen keuangan ini  berbeda dengan harta dan keuangan. Masalah financial adalah masalah yang sensitif, sekecil apapun masalah yang berhubungan dengan uang pasti bisa menimbulkan pertengkaran. Karena itu ketegasan faktor financial harus ditegaskan saat awal pernikahan,

Kehidupan berumah tangga itu seperti berlari ke garis finish. Anda yang melangkah, anda pula yang akan menentukan jalur mana yang ingin dicapai. Jika Anda berumah tangga tanpa tujuan, maka Anda tidak akan pernah sampai ke garis finish. Terpenting, saat Anda menerima pasangan Anda, maka saat itulah Anda harus menerima semua kebaikan dan kekurangannya dalam satu paket.

Love & Life , ,

Related Posts

Post Your Comment

*

Switch to our mobile site