Siapa yang tak kenal dengan Martha Tilaar, salah satu pengusaha sukses di bidang kecantikan. Lahir di Kebumen, Jawa Tengah, 4 September 1937, wanita yang masih terlihat cantik dan sehat di usia paruh baya ini adalah sosok wanita yang tidak pantang menyerah. Bakat bisnisnya terasah sejak remaja. Ia terbiasa menjual makanan-makanan kecil untuk menambah uang jajannya.
Karirnya mulai di rintis setelah Ia menyelesaikan kuliahnya di bidang kecantikan dan lulus dari Academy of Beauty Culture, Bloomington,Indiana, AS. Saat itu bertepatan dimana suaminya H.A.R Tilaar, sedang berkesempatan belajar ke luar negeri. Di negeri Paman Sam ini, Martha mulai membuka salon kecantikan.
Di Indonesia, 1970, usaha pertamanya di bangun dengan mendirikan salon sederhana di garasi rumah milik ayahnya. Bisnisnya perlahan semakin bersinar. Menjajaki kerjasama dengan Theresia Harsini Setiady, PT Kalbe Farma. Berdirilah perusahaan kosmetika dan jamu, bernama PT Martina Berto, dengan produk pertamanya Sariayu Martha Tilaar. Bisnis Martha Tilaar semakin berkembang pesat hingga pada akhirnya terbentuklah Martha Tilaar Group.
Peraih gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dalam bidang ”Fashion and Artistry” dari World University Tuscon, Arizona, AS tahun 1984 ini ternyata juga mengalami pasang surut dalam bisnisnya. Meskipun perusahaannya sudah besar dan maju, terkadang ada saja orang yang memandang sebelah mata. Maklum, produk jamu kosmetika Sariayu Martha Tilaar sangat identik sebagai produk lokal, sekalipun produknya sudah dikenal di mancanegara.
Martha Tilaar terus berinovasi, beliau banyak meluncurkan produk-produk yang dilhami oleh kekayaan alam dan budaya Indonesia sebagai trend tata rias barunya, produk-produk tersebut pun sukses di pasaran. Satu yang membanggakan, Juli 2002 Sekjen PBB Kofi Annan mengundang Martha Tilaar hadir dalam forum Global Compact, di New York, AS.
Sebagai bentuk keperduliannya terhadap perempuan, Martha juga mendirikan Yayasan Martha Tilaar. Ia mendidik banyak wanita dan ibu-ibu tentang kecantikan dan keterampilan kecantikan, yang tentunya bisa berguna untuk dijadikan lahan membantu ekonomi keluarga. Fokus pada satu bidang, yakni kecantikan adalah kunci suksesnya. Tujuannya cukup mulia, menjadikan perempuan Indonesia tetap terpelihara kecantikan dan keayuannya. Sebuah perjalanan hidup yang layak mendapat acungan jempol.