Bagi anda pecinta masakan sunda, wisata kuliner satu ini bisa menjadi salah satu andalan. Dari namanya anda tentu sudah bisa membayangkan beragam jenis masakan pedesaan khas bumi Parahyangan, Jawa Barat. Banyak sekali hal menarik yang ditawarkan oleh Bumbu Desa yang membuatnya nampak berbeda dari restoran-restoran sejenis lainnya.
“Wilujeng Sumping” merupakan sapaan hangat yang pertama kali akan anda terima dari staff yang ramah begitu anda memasuki Bumbu Desa. Kata Ini merupakan sapaan khas dalam bahasa Sunda yang artinya “Selamat Datang!” Penduduk desa bumi parahyangan biasa menggunakan kata ini sebagai sapaan akrab dan penuh kehangatan. Nuansa akrab inilah yang memang ingin dibangun di tempat ini. Antara pengunjung dengan pramusaji-nya seperti tetangga waktu di kampung, ramah dan tidak ada batasan. Hal lain yang bisa anda rasakan ketika memasuki bumbu desa adalah konsep nuansa pedesaan yang khas. Pandangan mata kita akan terarah pada desain interior yang minimalis, tradisional dan modern. Aneka hiasan berupa foto-foto suasana kampung dan properti tradisional semakin menambah kesan hangat mengingatkan akan suasana persawahan yang teduh dan riuh.
Masuk ke dalam Bumbu Desa kita akan benar-benar berada seperti di kampung sendiri. Makanan Sunda yang bercita rasa kampung tapi dikemas secara moderen, bisa kita rasakan dengan alunan musik Degung yang tiap saat diputar. Rasa yang tak terlalu pedas dari Gurameh Cobek, empuk-empuk ayam kampung dari Ayam Bakakak ditemani segarnya Es Goyobod dan segar baby corn dari Kopyor Pajajaran menjadi menu andalan Bumbu Desa. Mengenai harga, Anda tidak perlu takut. Meski tampilan eksterior dan interiornya tergolong bagus, namun harganya cukup terjangkau.
Untuk mulai memesan makanan, anda akan diberikan nomor meja terlebih dahulu oleh penerima tamu. Dengan menggunakan nomor inilah anda mulai dapat memesan makanan di meja prasmanan atau meja display. Pertama anda akan ditawarkan tiga pilihan nasi, yaitu nasi putih, nasi liwet atau nasi merah. Setelah itu, anda bisa memilih berbagai jenis lauk khas Sunda yang tersedia. Pada meja antrian, Anda bisa memilih berbagai menu khas makanan Sunda. Setiap makanan dilengkapi tulisan yang membuat anda tidak bingung menentukan pilihan. Disini display menu tidak sekedar rangkaian tulisan saja. Tapi benar-benar disusun sesuai menu aslinya, jadi anda bisa langsung melihat bentuk dan sajian menu Bumbu Desa secara langsung. Setelah memesan, Anda dapat langsung mengambil lalapan yang disertai beberapa jenis sambal ulek yang khas. Kemudian anda tinggal menuju ke meja dengan nomor yang telah diberitahukan, sembari menunggu makanan yang anda pesan diolah di dapur Bumbu Desa.
Bumbu Desa, sendiri didirikan pada tanggal 18 September 2004 di Bandung, Arief Wirawangsadita adalah pelopor sekaligus pemilik dari restoran ini. Awalnya keinginannya tak muluk-muluk ia hanya ingin membuka tempat makan khas Sunda yang murah meriah dengan tak meninggalkan budaya Sunda yang lekat dengan dirinya. Semuanya berawal dari satu kedai yang sederhana dan kini seluruh outletnya sudah tersebar hampir di setiap kota besar di Indonesia. Diantaranya seperti Jakarta, Bandung, Bogor, Tanggerang, Surabaya, Sidoarjo Makasar, Bali dan yang terakhir adalah Yogyakarta.
Setiap outlet Bumbu Desa memiliki desain eksterior dan interior yang berbeda-beda begitupun dengan menunya. Di beberapa outlet selain menu sunda komplit standar ada juga menu spesial seperti tutut, tumis keciwis, ikan parai dan udang rarong yang merupakan ikan kecil yang sangat jarang dan dikembangbiakkan di daerah Garut.
Bumbu Desa adalah jawaban dari dua generasi, modern dan klasik daerah. Pengunjung yang datang akan merasakan perbedaaan jika dibandingkan dengan datang ke restoran lain. Dari segi pelayanan, keramahan, greeting, seragam pelayannya hingga pengalaman dari awal masuk sampai pulang. Uniknya dari restoran ini, para pelayannya memakai kostum khas Sunda. Untuk hari Sabtu-Minggu kita bisa melihat mereka menggunakan kebaya Sunda dan Toto Popong (ikat kepala khas Sunda) dan untuk hari lainnya kita bisa melihat mereka dengan menggunakan kostum Kabayanan. Siapapun yang datang pasti tidak hanya terkesan dengan makanannya tapi juga dengan kenyamanannya dan pastinya akan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan.
Setelah kenyang menikmati sajian khas makanan Sunda di Bumbu Desa, Anda akan kembali disapa dengan ungkapan khas Sunda “Hatur Nuhun” ketika menuju pintu keluar. “Hatur Nuwun” (terima kasih) akan diucapkan pelayan sebagai ucapan selamat tinggal dan terima kasih karena telah mengunjungi bumbu desa. Semua kata-kata itu diucapkan dengan gaya tangan kanan disilangkan ke dada kiri sebagai tanda penghormatan tulus terhadap tamu dan rasa syukur kepada Tuhan atas rejeki yang sudah diberikan. Jadi tak ada salahnya bukan jika anda ingin berwisata kuliner yang lain dari biasanya, silahkan anda berkunjung ke Bumbu Desa.
JAM BUKA OPERASIONAL
Setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB
-Kedai Bandung-
• Rumah Mode :
Jl. Setiabudhi no.41
Tel: +6222 91147980 | Fax: +6222 4238792
e-mail: rumod@bumbudesa.com
-Kedai Bogor-
• Bogor:
Jl. Pajajaran no.18
Tel: +62251 324581 | Fax: +62251 326585
e-mail: bogor@bumbudesa.com
-Kedai Jakarta-
• Jakarta-Cikini:
Jl. Cikini raya no.72
Tel: +6221 3904747 | Fax: +6221 310054
e-mail: cikini@bumbudesa.com
• Jakarta-Kelapa Gading :
Jl. Boulevard Artha Gading Blok A2
Tel: +6221 45874560 | Fax: +6221 45874561
e-mail: gading@bumbudesa.com
e-mail: pluit@bumbudesa.com
• BSD Serpong:
Jl. Raya Serpong BSD Sektor 4
Tel: +622153157826 | Fax: +622
153157816
e-mail: bsd@bumbudesa.com
Artikel terkait lainnya :
|
|
|
|
|










