Budidaya Pertanian Organik

Advertisement

Saat ini di tengah peradaban yang kian modern, masyarakat mulai semakin sadar akan bahaya yang timbul dari pemakaian bahan kimia yang digunakan dalam pertanian-organikpertanian. Kini masyarat lebih arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Slogan Back to Nature seolah menjadi trend, banyak yang mulai memilih gaya hidup baru dengan menggunakan bahan-bahan pangan yang bebas kimia atau yang lebih dikenal dengan pertanian organik. Bahkan kini permintaan produk pertanian organik dunia telah meningkat cukup pesat.

Pertanian organik adalah teknik budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan-bahan kimia sintetis. Tujuan utama pertanian organik adalah menyediakan produk yang yang aman dikonsumsi dan baik bagi kesehatan (food safety attributes), memiliki kandungan nutrisi tinggi (nutritional attributes) serta ramah lingkungan (eco-labelling attributes). Telah kita ketahui bersama berbagai keluhan masyarakat tentang berbagai penyakit seperti jantung, stroke, kanker, penyempitan pembuluh darah, pengapuran, dan lain sebagainya umumnya disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Di sinyalir juga karena kini banyak sekali bahan makanan yang dalam pengolahannya menggunakan berbagai tambahan bahan kimia. Budaya petani yang menggunakan pestisida kimia  dengan frekuensi dan dosis berlebihan juga telah menghasilkan pangan yang meracuni tubuh konsumen. Jadi tak salah memang jika banyak orang mulai beralih pada bahan pangan organik.

Peluang Pertanian Organik di Indonesia

Indonesia sebagai negara yang beriklim tropis, dengan modal SDA yang luar biasa dimana aneka sayuran, buah dan tanaman pangan hingga aneka bunga dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Menjadikan Indonesia sebenarnya memiliki peluang dan potensi pertanian organik yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor yang bernilai ekonomis tinggi. Pengembangan pertanian organik di beberapa negara seperti Amerika, Australia, Jepang dan negara-negara di Eropa telah mengalami kemajuan yang pesat hal ini disebabkan bahwa hasil pertanian terutama sayur dan buah segar yang ditanam dengan pertanian sistem organik (organic farming system) mempunyai rasa, warna, aroma dan tekstur yang lebih baik daripada yang menggunakan pertanian anorganik

Namun amat di sayangkan saat ini pasar produk pertanian organik di dalam negeri relatif kecil, dan hanya terbatas pada masyarakat menengah ke atas. Hal lainnya adalah pola pikir dan budaya petani kita yang telah terbiasa mengandalkan pupuk kimia dan pestisida sintetik. Mereka umumnya beralasan penggunaan pestisida sintetik karena aplikasinya mudah, banyak tersedia di pasar dan efektif dalam mengendalikan hama pada tanaman budidaya.

Dalam pengelolaan sistem pertanian organik sebenarnya tak perlu khawatir berlebih, ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kendala yang ada. Untuk pengendalian penangan hama dan penyakit pada tanaman selain penggunaan pestisida, kita dapat mengatur waktu tanam, melakukan pergiliran tanaman, mengatur jarak tanam ataupun dengan cara menanam tanaman secara intercropping. Cara lainnya dengan melalui pengendalian dengan cara biologi. Cara ini antara lain menyangkut penggunaan tanaman perangkap, penggunaan tanaman penolak (tanaman yang tidak disukai), penggunaan mulsa alami, penggunaan kompos yang memungkinkan berkembangnya musuh alami dalam tanah, dan penggunaan mikroba sebagai agen pengendali.

Teknik budidaya organik merupakan teknik budidaya yang aman, lestari dan mensejahterakan petani dan konsumen. Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Beberapa komoditas prospektif yang dapat dikembangkan dengan sistem pertanian organik di Indonesia antara lain tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, tanaman rempah dan obat..

Terkait dengan itu, teknik budidaya harus mempunyai daya saing dan teknologi yang unggul. Usaha budidaya organik tidak bisa dikelola asal-asalan, tetapi harus secara profesional. Ini berarti pengelola usaha ini harus mengenal betul apa yang dikerjakannya, mampu membaca situasi dan kondisi serta inovatif dan kreatif. Berkaitan dengan pasar (market), tentunya usaha agribisnis harus dilakukan dengan perencanaan yang baik dan berlanjut, agar produk yang telah dikenal pasar dapat menguasai dan mengatur pedagang perantara bahkan konsumen dan bukan sebaliknya.

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...
Tags: ,

Artikel terkait lainnya :

Ketika Beras Langka Haruskah Berhenti Makan Nasi?
Di Indonesia, beras merupakan pangan strategis karena dikonsumsi oleh 95 persen penduduknya. Tapi ketika...
Agrinex International Expo 2010
Kabar gembira saat ini hadir untuk Anda. Agrinex International Expo 2010 kembali digelar. Dengan bertemakan...
Cintai Bumi Kita
Apakah saat ini anda merasakan udara yang semakin panas tak menentu? Tentu anda sadar bahwa inilah dampak...
Waspadai Kesehatan Tubuh Anda
Tawaran gaya hidup modern begitu menyenangkan, pilihan makanan yang memanjakan lidah tersedia lengkap,...
.

Leave a comment

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *

eXTReMe Tracker