Berlibur Menikmati Santapan Rumah Makan Piring Perunggu

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Posted by By , at 16 : 58 PM Print

Jangan bilang pernah ke Pekalongan kalau belum merasakan Nasi Uwet H. Zarkasih. “Ulam medus enak tenan”, demikian komentar yang dilontarkan oleh almarhum pelawak basuki saat mencoba Nasi Uwet H. Zarkasih. Rumah makan ini ditetapkan sebagai Rumah Makan Piring Perunggu oleh Dinas Pariwisata Jawa Tengah beberapa tahun lalu.

Berdiri pada tahun 1959 dengan menu andalannya Nasi Uwet dan daging capit, menurut Bpk Zainudin (anak dan penerus dari pemilik RM Nasi Uwet H.Zarkasih) sampai saat ini belum ada yang dapat menandinginya.

Nasi Uwet terdiri dari nasi putih (dapat ditambah menggono) dengan sop berisi daging kambing dan jeroan kambing. Resep turun menurun ini mempunyai keunikan dari kata Uwet itu sendiri. Uwet yang berarti diikat, daging dan jeroan kambing sebelum dimasak diikat atau dibungkus dengan usus kambing, dengan begitu akan terjaga sarinya beserta keutuhan daging serta jeroan dari kehancuran.

Keunikan lainnya terletak cara pembuatan dan bumbunya yang sama dengan membuat gulai kambing, hanya tidak memakai santan melainkan diganti dengan kecap dan merica. Untuk rasa, selain menggunakan rempah-rempah asal Indonesia serta kecap produksi Pekalongan, penyedap rasa diganti dengan gula pasir asli.

Penampilan daging capit seperti sate, bedanya kalau sate ditusuk, ini dijepit dengan bumbu. Daging capit merupakan daging kambing dicincang, diberi bumbu, direbus, digoreng, baru kemudian dijepit dengan bumbu. Dagingnya empuk dan rasanya kaya akan rempah-rempah.

Travel & Taste , , , , , , , , , , , , , ,

Related Posts

Post Your Comment

*

Switch to our mobile site