Siapa yang tak ingin hidup bebas tanpa utang. Namun ditengah kebutuhan yang kian beragam dan kurangnya kesiapan kita dalam menghadapi segala tuntutan, hal tersebut membuat kita membutuhkan bantuan pihak ketiga untuk menutup sementara beban kebutuhan yang ada.
Yang perlu Anda pastikan adalah jangan sampai hutang yang Anda miliki melebihi batas kemampuan yang ada. Pastikan Anda mampu mengelola dan mengatur keuangan Anda dengan baik. Membuat anggaran yang terbebas dari utang memang bukan pekerjaan yang mudah. Butuh kesabaran dan pengelolaan yang serius.
Setelah Anda memastikan bahwa Anda telah terbebas dari utang kartu kredit maupun utang jangka pendek lainnya yang bukan bersifat investasi, maka Anda bisa mulai mencoba melakukan beberapa langkah praktis yang bisa menjaga keuangan Anda tetap aman.
Miliki Cadangan Uang
Selalu sediakan cadangan keuangan setidaknya sebanyak enam bulan penghasilan. Cadangan ini bisa berupa tabungan ataupun investasi lain yang mudah diuangkan jika dibutuhkan segera. Jika terjadi perubahan situasi, misalnya Anda dipecat, maka Anda akan memiliki keuangan yang cukup selama setidaknya enam bulan seraya Anda melamar pekerjaan baru. Sebaliknya, jika Anda mendapat kenaikan gaji, tabunglah setengah dari kenaikan gaji tersebut.
Utang Jangka Panjang
Misalnya, berhutung unutuk pembelian rumah ataupun kendaraan pribadi yang tidak memungkinkan Anda membeli secara tunai.
Jika ingin berutang untuk investasi semacam ini, coba hitung kembali dengan cermat jumlah cicilannya. Pastikan bahwa cicilan tersebut tidak boleh melebihi 30 persen dari gaji suami. Jika Anda dan pasangan masing-masing bekerja penuh, maka cukup hitung cicilan utang dari penghasilan suami saja. Lalu masukkan ke anggaran yang telah Anda buat untuk dievaluasi apakah masih masuk akal untuk berutang atau kredit?
Anda dapat mengurangi biaya pinjaman secara mencolok dengan membayar uang muka yang tinggi. Tetapi Anda harus menabung untuk itu jauh di muka dengan memasukkannya dalam anggaran keluarga Anda. Biaya awalnya yang rendah dapat berarti beban biaya kredit yang lebih rendah.
Komunikasi Keluarga
Faktor sukses lainnya dalam menjalankan perencanaan keuangan adalah komunikasi yang baik antar anggota keluarga, khususnya pasangan Anda. Saling terbuka mengenai kondisi keuangan keluarga, menyatukan persepsi dalam kesepakatan pengaturan keuangan, termasuk kesiapan masing-masing individu dalam keluarga jika menghadapi masa-masa sulit.
Tags: Anggaran, Investasi, Menabung, utangArtikel terkait lainnya :
|
|
|
|
|











